Provinsi Lampung

Lampung

Lampung adalah sebuah provinsi paling selatan di Pulau Sumatera, Indonesia, Ibukotanya terletak di Bandar Lampung. sebelah utara berbatasan dengan Bengkulu dan Sumatera Selatan.

Provinsi Lampung memiliki Pelabuhan utama bernama Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Bakauheni serta pelabuhan nelayan seperti Pasar Ikan (Telukbetung), Tarahan, dan Kalianda di Teluk Lampung.

Bandar Udara utama adalah “Radin Inten II“, yaitu nama baru dari “Branti”, 28 Km dari Ibukota melalui jalan negara menuju Kotabumi, dan Lapangan terbang AURI terdapat di Menggala yang bernama Astra Ksetra. Secara Geografis Provinsi Lampung terletak pada kedudukan : Timur – Barat berada antara : 103º 40′ – 105º 50′ Bujur Timur Utara – Selatan berada antara : 6º 45′ – 3º 45′ Lintang Selatan

Sedangkan di Teluk Semaka adalah Kota Agung (Kabupaten Tanggamus), dan di Laut Jawa terdapat pula pelabuhan nelayan seperti Labuhan Maringgai dan Ketapang. Di samping itu, Kota Menggala juga dapat dikunjungi kapal-kapal nelayan dengan menyusuri sungai Way Tulang Bawang, adapun di Samudra Indonesia terdapat Pelabuhan Krui.

Lampung
Bendera Lambang
Bendera Lambang
Anak Krakatoa.jpg
Semboyan: “Sai Bumi Ruwa Jurai”
(Bahasa Lampung: Satu Daerah ditempati oleh dua adat/tradisi yakni Saibatin dan Pepadun)
Locator lampung final.png
Hari jadi 18 Maret 1964 (hari jadi)
Ibu kota Bandar Lampung
Area
 – Total luas 35.587 km km2
Populasi
 – Total 9. 549. 079 jiwa (lelaki 4.951.035 jiwa, wanita 4.598.044 jiwa) [1]
Pemerintahan
 – Gubernur Muhammad Ridho Ficardo
 – Wagub Bachtiar Basri
 – Ketua DPRD Dedi Afrizal
 – Sekda Arinal Djunaidi
 – Kabupaten 12
 – Kota 2
 – Kecamatan 225
 – Kelurahan 2.072
APBD
 – DAU Rp. 769.973.040.000,-
Demografi
 – Suku bangsa Jawa (65,8%), Lampung (12,8%), Sunda (11,36%), Minangkabau (3,57%), Batak (2,13%), Bali (1,73%), Lain-lain (2,15%)
 – Agama Islam (96%), Protestan (1,8%), Katolik (0.9), Hindu (1,7%), Buddha (0.3%)
 – Bahasa Bahasa Lampung, Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda, Bahasa Jawa, Bahasa Bali
Lagu daerah Sang Bumi Ruwa Jurai, Pang Lipang Dang, Tepui Tepui, dll
Situs web www.lampungprov.go.id

Seni dan budaya

Sastra

Lampung menjadi lahan yang subur bagi pertumbuhan sastra, baik sastra (berbahasa) Indonesia maupun sastra (berbahasa) Lampung. Kehidupan sastra (Indonesia) di Lampung dapat dikatakan sangat ingar-bingar meskipun usia dunia kesusastraan Lampung relatif masih muda. Penyair Iwan Nurdaya-Djafar yang baru kembali ke Lampung setelah selesai kuliah di Bandung sekitar 1980-an mengaku kepenyairan di Lampung masih sepi. Dia baru menjumpai Isbedy Stiawan ZS, A.M. Zulqornain, Sugandhi Putra, Djuhardi Basri, Naim Emel Prahana dan beberapa nama lainnya.

Barulah memasuki 1990-an kemudian Lampung mulai semarak dengan penyair-penyair seperti Iswadi Pratama, Budi P. Hatees, Panji Utama, Udo Z. Karzi, Ahmad Yulden Erwin, Christian Heru Cahyo, Oyos Saroso H.N., dan lain-lain. Menyusul kemudian Ari Pahala Hutabarat, Budi Elpiji, Rifian A. Chepy, Dahta Gautama dkk. Kini ada Dina Oktaviani, Alex R. Nainggolan, Jimmy Maruli Alfian, Y. Wibowo, Inggit Putria Marga, Nersalya Renata dan Lupita Lukman. Selain itu ada cerpenis Dyah Merta dan M. Arman AZ..

Leksikon Seniman Lampung (2005) menyebutkan tidak kurang dari 36 penyair/sastrawan Lampung yang meramaikan lembar-lembar sastra koran, jurnal dan majalah seantero negeri.

Teater

Perkembangan teater di Lampung banyak dilatarbelakangi dari keinginan para pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok seni untuk mendalami seni peran dan pertunjukkan. Beberapa kelompok teater kampus dan pelajar yang masih tercatat aktif sampai saat ini adalah teater Kurusetra (UKMBS Unila), KSS (FKIP Unila), Green Teater (Umitra), Teater Biru (Darmajaya), Teater Kapuk (STAIN Metro), Teater Sudirman 41 (SMAN 1 Bandar Lampung), Teater Gemma (SMAN 2 Bandar Lampung), Teater Palapa (SMAN 3 Bandar Lampung), Teater Sanggar Madani(SMAN 5 Bandar Lampung), Teater Handayani (SMAN 7 Bandar Lampung), Kolastra (SMAN 9 Bandar Lampung), Teater Sebelas (SMAN 11 Bandar Lampung), Teater Pelopor (SMA Perintis 1 Bandar Lampung), Insyaallah Teater (SMU Perintis 2 Bandar Lampung), Teater Cupido (SMAN 1 Sumberjaya),dan Teater Pijar (SMA YP UNILA Bandar Lampung).

Sedangkan beberapa teater yang digerakkan seniman-seniman Lampung yaitu Teater Satu, Komunitas Berkat Yakin (Kober), Teater Kuman, Teater Sendiri. Penggerak teater di Lampung yang masih eksis mengembangkan seni pertunjukkan teater melalui karya-karyanya antara lain Iswadi Pratama, Ari Pahala Hutabarat, Robi akbar, M. Yunus, Edi Samudra Kertagama, Ahmad Jusmar, Imas Sobariah, Ahmad Zilalin, Darmawan. Lampung tidak hanya dikenal banyak melahirkan sastrawan-sastrawan baru namun aktor-aktor potensial pun juga tidak sedikit yang muncul seperti, Rendie Dadang Yusliadi, Robi Akbar, Eyie, Iin Mutmainah, M Yunus, Dedi Nio, Liza Mutiara Afriani, Iskandar GB, Ruth Marini.

Dalam tiap tahunnya even-even teater seperti pertunjukan, lomba, workshop dan diskusi kerap digelar di Provinsi ini serta tempat tempat yang sering digunakan adalah Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung, Auditorium RRI, GSG UNILA, Academic Centre STAIN Metro, Gedung PKM Unila, Aula FKIP Unila, Pasar Seni Enggal.

Adapun even tahunan teater yang terbesar di Lampung adalah Liga Teater SLTA se-Provinsi Lampung sebagai ajang apresiasi para aktor Pelajar Lampung yang kualitasnya tidak kalah dengan pelajar di luar Lampung.

Musik

Sebagaimana sebuah daerah, Lampung memiliki beraneka ragam jenis musik, mulai dari jenis tradisional hingga modern (musik modern yang mengadopsi kebudayaan musik global). Adapun jenis musik yang masih bertahan hingga sekarang adalah Klasik Lampung. Jenis musik ini biasanya diiringi oleh alat musik gambus dan gitar akustik. Mungkin jenis musik ini merupakan perpaduan budaya Islam dan budaya asli itu sendiri. Beberapa kegiatan festival diadakan dengan tujuan untuk mengembangkan budaya musik tradisional tanpa harus khawatir akan kehilangan jati diri. Festival Krakatau, contohnya adalah sebuah Festival yang diadakan oleh Pemda Lampung yang bertujuan untuk mengenalkan Lampung kepada dunia luar dan sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata.

Tarian

Ada berbagai jenis tarian yang merupakan aset budaya Provinsi Lampung. Salah satu jenis tarian yang terkenal adalah Tari Sembah dan Tari Melinting (saat ini nama Tari Sembah sudah dibakukan menjadi Sigeh Pengunten). Ritual tari sembah biasanya diadakan oleh masyarakat lampung untuk menyambut dan memberikan penghormatan kepada para tamu atau undangan yang datang, mungkin bolehlah dikatakan sebagai sebuah tarian penyambutan. Selain sebagai ritual penyambutan, tari sembah pun kerap kali dilaksanakan dalam upacara adat pernikahan masyarakan Lampung.

Busana Adat

Daerah Lampung dikenal sebagai penghasil kain tapis, kain tenun bersulam benang emas yang indah. Kain ini dibuat oleh wanita. Pada penyelenggaraan upacara adat, seperti perkawinan, tapis yang dipenuhi sulaman benang emas dengan motif yang indah merupakan kelengkapan busana adat daerah Lampung.

Dalam keseharian laki-laki Lampung mengikat kepalanya dengan kikat. Bahannya dari kain batik. Bila dipakai dalam kerapatan adat dipadukan dengan baju teluk belanga dan kain. Lelaki muda Lampung lebih menyukai memakai kepiah/ketupung, yaitu tutup kepala berbentuk segi empat berwarna hitam terbuat dari kain tebal, apalagi kalau ingin bertemu dengan gadis. Untuk mengiring pengantin dikenakan kekat akkin, yaitu destar dengan bagian tepi dihias bunga-bunga dari benang emas dan bagian tengah berhiaskan siger, serta di salah satu sudutnya terdapat sulaman benang emas berupa bunga tanjung dan bunga cengkeh.

Sebagai penutup badan dikenakan kawai, yaitu baju berbentuk teluk belanga belah buluh atau jas. Baju ini terbuat dari bahan kain tetoron atau belacu dan lebih disukai yang berwarna terang. Tetapi sekarang banyak digunakan kawai kemija, yaitu bentuk kemeja seperti pakaian sekolah atau moderen. Pemakaian kawai kemija ini sudah biasa untuk menyertai kain dan peci, ketika menghadiri upacara adat sekalipun.

Bagian bawah mengenakan senjang, yaitu kain yang dibuat dari kain Samarinda. Bugis atau batik Jawa. Tetapi sekarang telah dikenal adanya celanou (celana) pendek dan panjang sebagai penganti kain.

Kaum wanita Lampung sehari-hari memakai kanduk/kakambut atau kudung sebagai penutup kepala yang dililitkan. Bahannya dari kain halus tipis atau sutera. Selain itu, kaum ibu kadangkadang menggunakannya sebagai kain pengendong anak kecil.

Lawai kurung digunakan sebagai penutup badan, memiliki bentuk seperti baju kurung. Baju ini terbuat dari bahan tipis atau sutra dan pada tepi muka serta lengan biasa dihiasi rajutan renda halus. Sebagai kain dikenakan senjang atau cawol. Untuk mempererat ikatan kain (senjang) dan celana di pinggang laki-laki digunakan bebet (ikat pinggang), sedangkan wanitanya menggunakan setagen. Perlengkapan lain yang dikenakan oleh laki-laki Lampung adalah selikap, yaitu kain selendang yang dipakai untuk penahan panas atau dingin yang dililitkan di leher. Pada waktu mandi di sungai, kain ini dipakai sebagai kain basahan. Selikap yang terbuat dari kain yang mahal dipakai saat menghadiri upacara adat dan untuk melakukan ibadah ke masjid.

Untuk menghadiri upacara adat, seperti perkawinan kaum wanita, baik yang gadis maupun yang sudah kawin, menyanggul rambutnya (belatung buwok). Cara menyanggul seperti ini memerlukan rambut tambahan untuk melilit rambut ash dengan bantuan rajutan benang hitam halus. Kemudian rajutan tadi ditusuk dengan bunga kawat yang dapat bergerak-gerak (kembang goyang).

Khusus bagi wanita yang baru menikah, pada saat menghadiri upacara perkawinan mengenakan kawai/kebayou (kebaya) beludru warna hitam dengan hiasan rekatan atau sulaman benang emas pada ujung-ujung kebaya dan bagian punggungnya. Dikenakan senjang/ cawol yang penuhi hiasan terbuat dari bahan tenun bertatah sulam benang emas, yang dikenal sebagai kain tapis atau kain Lampung. Sulaman benang emas ada yang dibuat berselang-seling, tetapi ada yang disulam hampir di seluruh kain.

Para ibu muda dan pengantin baru dalam menghadiri upacara adat mengenakan kain tapis bermotif dasar bergaris dari bahan katun bersulam benang emas dan kepingan kaca. Di bahunya tersampir tuguk jung sarat, yaitu selendang sutra bersulam benang emas dengan motif tumpal dan bunga tanjung. Selain itu, juga dapat dikenakan selekap balak, yaitu selendang sutra disulam dengan emas dengan motif pucuk rebung, di tengahnya bermotifkan siger yang di kelilingi bunga tanjung, bunga cengkeh dan hiasan berupa ayam jantan.

Untuk memperindah dirinya dipergunakan berbagai asesoris terbuat dari emas. Selambok/rattai galah, yaitu kalung leher (monte) berangkai kecil-kecil dilengkapi dengan leontin dari batu permata yang ikat dengan emas. Kelai pungew, yaitu gelang yang dipakai di lengan kanan atau kiri, biasanya memiliki bentuk seperti badan ular (kalai ulai). Pada jari tengah atau manis diberi cincin (alali) dari emas, perak atau suasa diberi mata dari permata. Dikenakan pula kalai kukut, yaitu gelang kaki yang biasanya berbentuk badan ular melingkar serta dapat dirangkaikan. Kalai kukut ini dipakai sebagai perlengkapan pakaian masyarakat yang hidup di desa, kecuali saat pergi ke ladang.

Pakaian mewah dipenuhi dengan warna kuning keemasan dapat dijumpai pada busana yang dikenakan pengantin daerah Lampung. Mulai dari kepala sampai ke kaki terlihat warna kuning emas.

Di kepala mempelai wanita bertengger siger, yaitu mahkota berbentuk seperti tanduk dari lempengan kuningan yang ditatah hias bertitik-titik rangkaian bunga. Siger ini berlekuk ruji tajam berjumlah sembilan lekukan di depan dan di belakang (siger tarub), yang setiap lekukannya diberi hiasan bunga cemara dari kuningan (beringin tumbuh). Puncak siger diberi hiasan serenja bulan, yaitu kembang hias berupa mahkota berjumlah satu sampai tiga buah. Mahkota kecil ini mempunyai lengkungan di bagian bawah dan beruji tajam-tajam pada bagian atas serta berhiaskan bunga. Pada umumnya terbuat dari bahan kuningan yang ditatah.

Badan mempelai dibungkus dengan sesapur, yaitu baju kurung bewarna putih atau baju yang tidak berangkai pada sisinya dan di tepi bagian bawah berhias uang perak yang digantungkan berangkai (rambai ringgit). Sebagai kainnya dikenakan kain tapis dewo sanow (kain tapis dewasana) dipakai oleh wanita pada waktu upacara besar (begawi) dari bahan katun bersulam emas dengan motif tumpal atau pucuk rebung. Kain ini dibuat beralaskan benang emas, hingga tidak nampak kain dasarnya. Bila kain dasarnya masih nampak disebut jung sarat. Jenis tapis dewasana merupakan hasil tenunan sendiri, yang sekarang sangat jarang dibuat lagi.

Pinggang mempelai wanita dilingkari bulu serti, yaitu ikat pinggang yang terbuat dari kain beludru berlapis kain merah. Bagian atas ikat pinggang ini dijaitkan kuningan yang digunting berbentuk bulat dan bertahtakan hiasan berupa bulatan kecil-kecil. Di bawah bulu serti dikenakan pending, yaitu ikat pinggang dari uang ringgitan Belanda dengan gambar ratu Wihelmina di bagian atas.

Pada bagian dada tergantung mulan temanggal, yaitu hiasan dari kuningan berbentuk seperti tanduk tanpa motif, hanya bertatah dasar. Kemudian dinar, yaitu uang Arab dari emas diberi peniti digantungkan pada sesapur, tepatnya di bagian atas perut. Dikenakan pula buah jukum, yaitu hiasan berbentuk buah-buah kecil di atas kain yang dirangkai menjadi untaian bunga dengan benang dijadikan kalung panjang. Biasanya kalung ini dipakai melingkar mulai dari bahu ke bagian perut sampai ke belakang.

Gelang burung, yaitu hiasan dari kuningan berbentuk burung bersayap yang diikatkan pada lengan kiri dan kanan, tepatnya di bawah bahu. Di atasnya direkatkan bebe, yaitu sulaman kain halus yang berlubang-lubang. Sementara gelang kana, terbuat dari kuningan berukir dan gelang Arab, yang memiliki bentuk sedikit berbeda, dikenakan bersama-sama di lengan atas dan bawah.

Mempelai laki-laki mengenakan kopiyah mas sebagai mahkota. Bentuknya bulat ke atas dengan ujung beruji tajam. Bahannya dari kuningan bertahtakan hiasan karangan bunga. Badannya ditutup dengan sesapur warna putih berlengan panjang. Dipakai celanou (celana) panjang dengan warna sama dengan warna baju.

Pada pinggang dibalutkan tapis bersulam benang emas penuh diikat dengan pending. Bagian dada dilibatkan membentuk silang limar, yaitu selendang dari sutra disulam benang emas penuh. Lengan dihias dengan gelang burung dan gelang kana. Perlengkapan lain yang menghiasi badan sama seperti yang dikenakan oleh mempelai wanita. Kaki kedua mempelai dibungkus dengan selop beludru warna hitam.

Rumah Adat

Rumah tradisional adat Lampung, atau yang sering disebut Nuwo Sesat, memiliki ciri khas seperti: berbentuk panggung, atap terbuat dari anyaman ilalang, terbuat dari kayu dikarenakan untuk menghindari serangan hewan dan lebih kukuh bila terjadi gempa bumi, karena masyarakat lampung telah mengenal gempa dari zaman dahulu dan lampung terletak di pertemuan lempeng Asia dan Australia.

Media Massa

Tidak seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, atau Sumatera Selatan. pertumbumbuhan dan berkembangan media massa di Lampung termasuk sedikit lebih lambat. Koran pertama di Lampung adalah Harian Tamtama (4 Oktober 1968). Pada awal dekade 1970-an terbit koran lokal  Lampung, Pusiban, Indevenden, dan Post Ekonomi. Ketiganya kemudian bergabung menjadi Harian Lampung Post pada 1074. Sejak itu hingga menjelang era reformasi nyaris hanya Tamtama (kemudian berubah menjadi Lampung Ekspres) dan Lampung Post yan menjadi pemain media di Lampung. Lampug Ekspres dimiliki Harun Muda Indrajaya, sedangkan Lampung Post pada awal 199-an dibeli Surya Paloh.

Memasukuki era reformasi banyak koran bermunculan. Namun, sebagian besar tirasnya kecil dan masih mengandalkan sumber pengasilan dari iklan dan langgaran pemerintah daerah. Yang menarik, pada awal dekade 2000-an (2002) hingga 2011 terbit media mili NGO yang jauh lebih independen dengan isi dan perwajahan yang bagus. Media dalam bentuk majalah yang bernama Sapu Lidi diterbitkan oleh Komite Anti Korupsi (KoAk) Lampung. Sayangnya media ini mati seiring berhentinya program dari lembaga donor.

Pada 2012 di Lampung mulai bermunculan media online. Antara laiin adalah inilampung dan beberapa media onlne yang dikembangkan pemilik media cetak. Pada akhir 2013 lahir lagi media online http://www.teraslampung.com. Teraslampung.com dikembangkan oleh wartawan http://www.thejakartapost.com yang ada di Lampung dan berjaringan dengan media online yang dimiliki para jurnalis anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di kota-kota di Sumatra, Jawa, Sulawesi. Bali, dan Papua. Memasuki 2014 media online makin marak di Lampung.

 Makanan Khas Lampung yang Wajib Kamu Coba

Masyarakat Lampung merupakan suatu masyarakat yang suka dengan berkumpul satu sama lain untuk saling silaturahmi, baik dengan keluarganya sendiri atau dengan tetangganya. Oleh karena itu, secara kekeluargaan masyarakat Lampung sangat erat satu sama lain. Secara kultural, masyarakat Lampung mempunyai dua adat yang sedikit berbeda yaitu Lampung Sai Batin dengan Lampung Pepadun. Walau pun sedikit berbeda keduanya memiliki banyak kesamaan, salah satunya kebiasaan saling berkumpul satu sama lain seperti pernikahan putra-putri mereka, acara adat yang diselenggaraan pada waktu tertentu serta acara keagamaan. Dari acara berkumpul tersebut biasanya masyarakat Lampung dihidangkan dengan makanan khasnya, makanan yang selalu menemani saat acara berkumpul ialah Seruit, makanan ini menjadi makanan khas Lampung yang sangat terkenal dan menjadi makanan yang selalu dihidangkan saat acara berkumpul.

Berbicara kuliner, Lampung mempunyai beragam kuliner yang harus kamu coba. Mau tahu apa saja kuliner yang ada di Lampung, yuk simak daftar kuliner di Lampung berikut ini;

Seruit 

 
Seruit berkuah

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnnya, bahwa seriut merupakan makanan khas Lampung yang dihidangkan pada saat acara berkumpul baik keluarga besar atau pada acara-acara lainya seperti pernikahan, adat hingga keagamaan. Bagi masyarakat Pepadun, seruit dijadikan makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari, karena kebiasaan makan seruit pada hari atau waktu tertentu tidak dimiliki oleh semua masyarakat adat, hal itu karena dilakukan secara turun temurun saja bagi sebagian masyarakat. Seruit sendiri merupakan makana yang terbuat dari ikan bakar yang dicampur dengan sambar terasi khas Lampung, tempoyak atau beberapa ada yang memberi mangga. Jenis ikan yang digunakan seruit beragam, hanya saja yang digunakan adalah ikan-ikan dari sungai besar, seperti ikan balide, ikan baung, ikan layis dan berbagai ikan lainya. Untuk menyantap seruit biasnya di tambah dengan lalapan agar lebih nikmat.

Tempoyak 

 
Tempoyak

Jika kamu suka sekali dengan makanan yang terbuat dari durian, kamu bisa mencoba masakan khas Lampung ini. Tempoyak merupakan masakan yang memiliki bahan dasar buah durian yang telah difermentasi. Sejauh ini, Tempoyak sudah dikenal di berbagai wilayah baik di Indonesia maupun di negeri tentangga seperti Malaysia. Masakan khas Lampung ini bisa kamu buat sendiri di rumah tanpa harus membeli. Untuk pembuatanya, kamu bisa menyiapkan daging durian yang tidak banyak mengandung air. Durian yang dipilih diusahakan dari durian yang memiliki kualitas super dan benar-benar sudah matang agar kualitas rasa dari Tempoyak lebih nikmat. Setelah itu, kamu harus memisahkan daging durian dengan bijinya dan diberikan sedikit garam. Kemudian tambahkan cabe rawit secukupnya, hal ini untuk mempercepat fermentasi dan simpanlah di tempat yang tertutup rapat dan mempunyai suhu udara yang dingin, jika perlu masukan kedalam kulkas.

Setelah 2 hingga 5 hari, kamu bisa mengolahnya dengan ikan seperti Teri, Mujair, ikan mas dan ikan lainya. Jika dibuat sambal, kamu harus mencampurkan bawang putih dan merah, cabe halus atau yang telah dipotong-potong kecil, tambahkan sedikit gula untuk pengganti sedikit gula. Kemudian goreng sekitar 3 menit, setelah dirasa cukup, sambal Tempoyak siap dihidangkan dengan makanan lainya.

Geguduh

 
Geguduh

Jika kamu suka dengan makanan yang mempunyai cita rasa manis, kamu bisa mencoba makanan khas Lampung ini. Gegaduh adalah makanan sejenis kue yang terbuat dari pisang yang telah dihaluskan. Makanan ini menjadi makanan yang bisa disajikan untuk tamu dan bisa dinikmati bersama keluarga saat sedang kumpul. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat Gegaduh, kamu bisa membuatnya di rumah. Untuk mendapatkan bahan juga tidak sulit, untuk membuatnya kamu harus menyiapkan pisang yang telah dihaluskan hingga lembut, tepung terigu, susu dan selai. Pisang dan tepung terigu diaduk hingga merata dan dicampurkan juga susu dan selai, setelah cukup merata, kemuadian bentuk sesuai dengan keinginan dan goreng sampai matang. Pisang yang digunakan untuk membuat Gegaduh adalah pisang kepok, sedangkan jika ingin menambah aroma kuliner lebih sedap, penduduk Lampung menggunakan air sekapur sirih atau daun pandan. Nah setelah jadi, makanan siap disajikan, bisa di nikmati bersama kopi atau bisa juga digunakan sebagai hidangan acara-acara tertentu.

Gulai Taboh

 
Gulai Taboh

Makanan khas Lampung lainya yang tidak kalang ialah Gulai Taboh. Makanan ini mempunyai cita rasa yang cukup unik dan terbuat dari kacang-kacangan serta umbi-umbian. Kamu akan menikmati masakan dengan rasa santan yang diolah dengan campuran kacang hijau dan tanah, dan jenis kacang lainya, kentang dan rebung pada masakan Lampung ini. Selain itu, terdapat bahan yang akan membuatmu berasa berbeda dilidah karena terdapat juga campuran seperti daun sirih atau bahkan terasi. Perpaduan rasa manis pada ubi-ubian seperti labu dengan paduan rasa khas terasi akan menambah rasa yang beragam pada lidah kita. Makanan khas ini patut kamu coba jika berada di Lampung.

Umbu

 
Bahan Dasar Umbu

Jika kamu adalah orang yang penyuka dengan makanan yang terasa pahit seperti pare, maka kamu bisa mencoba salah satu makanan pahit yang ada di Lampung. Makanan ini disebut dengan Umbu yaitu makana yang terbuat dari rotan yang masih muda kemudian direbus sampai lunak. Setelah rotan sudah direbus hingga lunak, rotan ini biasanya dipakai sebagai bahan dasar sayur seperti oseng, bahkan bisa dinikmati seperti lalapan. Rotan muda yang telah direbus ini juga bisa digunakan untuk bahan campuran masakan lainya, agar bisa memperkaya masakan. Makanan ini juga bisa kamu temui di beberapa daerah lainya di Indonesia dengan ciri yang berbeda, sesuai dengan adat lokal. Masyarakat Lampung sendiri menggunakan rotan muda untuk dijadikan bahan makanan sudah sejak lama, hanya saja, saat ini sudah mulai jarang kita temui karena rotan sudah mulai langka.

Engkak

Engkak Ketan

Engkak merupakan makanan khas Lampung yang mempunyai cita rasa manis. Engkak terbuat dari bahan telur dan mentega yang diproses hingga menjadi makanan yang memiliki tekstur lembek. Makanan ini cocok disantap sebagai sarapan atau makanan ringan dipagi hari. Daftar bahan yang digunakan Engkak ialah Tepung ketan putih, gula pasir, telur ayam, santan, susu kental manis dan mentega. Dari semua bahan tersebut dicampur dan diaduk hingga merata. Kemudian siapkan Loyang 20×20 yang telah dioles mentega dengan di alasi kertas berih yang sering digunakan untuk mengalasi masakan, panggang kue seperti halnya lapis legit. Untuk 3 lapis pertama gunakan api bawah kemudian pindah api atas, balik adonan apabila adonan telah selesai.

Gabing

 
Gabing

Gabing merupakan salah masakan khas Lampung yang mungkin pernah kamu jumpai di daerah lainya. Gabing sendiri berbahan baku yang cukup unik karena terbuat dari batang kelapa yang masih muda. Pembuatan gabing sendiri cukup simple namun cukup khas sesuai dengan masakan Lampung. Batang kelapa muda diiris hingga menyerupai lempengan kecil memanjang berukuran 3 sampai 4 cm. Kemudian direbus hingga lunak dan dimasukan bumbu rempah sampai tercium aroma yang kuat dengan rasa yang nikmat. Gabing merupakan masakan berkuah, walau terkadang ada juga beberapa orang yang tidak memberikan kuat pada masakan tersebut. Untuk menambah cita rasa pada makanan Gabing, kamu bisa mencampurnya dengan daging segar, jamur, dan olahan lainya yang akan memperkaya masakan.

Kue Lapis Legit

 
Kue Lapis Legit

Kue yang sering kita jumpai di berbagai tempat ini merupakan kue asal Lampung yang sudah terkenal. Nah, jika kamu datang ke Lampung bisa menikmati kue yang memiliki tekstur lembut dengan cita rasa manis ini, lidahmu akan ketagihan jika sudah mencoba kue Lapis Legit. Kue ini biasanya dinikmati untuk cemilan santai di rumah dan ditemani dengan teh hangat, bahkan bisa juga disajikan pada berbagai acara untuk menemani acara tersebut dengan hidangan kue lapis legit. Bahan untuk membuat lapis legit antara lain, telur, gula halus, susu kental manis, mentega, tepung terigu, Bumbu spekoek, vanili dan kayu manis. Untuk membuat kue ini, kamu perlu bereksperimen agar bisa mendapatkan hasil yang bagus, karena untuk membuatnya mudah-mudah sulit.

Bakso Soni Haji Sony

 
Bakso Sony

Bakso merupakan makan yang biasa kita temui sehari-hari, namun Anda perlu mencicipi bakso yang sangat terkenal di Lampung ini, yaitu biasa disebut sebagai Bakso Sony. Bakso ini terbuat dari daging sapi asli dan segar yang memiliki tekstur kenyal dan berserat, lada hitam pada kuah cukup dominan dengan dipadukan rasa guris yang akan membuat lidahmu ketagihan untuk mencoba lagi. Untuk menemukan bakso ini cukup mudah karena terdapat puluhan cabang yang tersebar di Bandar Lampung dan juga seluruh Lampung. Untuk satu hidangan bakso kamu hanya merogoh kecek sekitar 15 ribu sampai 25 ribu per porsi, cukup murah dengan cita rasa yang akan kamu dapatkan.

Pindang

 
Pindang

Lampung juga menyimpan masakan khas yang patut kamu coba, masakan tersebut ialah Pindah. Pindang biasanya sajikan pada mangkuk dengan kuah yang memiliki warna kuning. Uniknya, Pindang khas Lampung ini mempunyai cita rasa seperti asam gurih, tidak jauh berbeda dengan Tom Yam dari Thailand. Aroma pindang tercium lebih kuat dikarenakan terdapat daun kemangi yang menjadi campuran pada kuah.

Ciri Khas Daerah Lampung

Menara Siger
Menara Siger yang terletak di Pelabuhan Bakauheni ini merupakan salah satu ikon Khas Lampung yang dapat terlihat dari pelabuhan Bakauheni, bahkan bagi anda yang akan berkunjung ke Lampung menggunakan angkutan laut (Armada Kapal Ferry) dari pelabuhan Merak, Banten, sebelum kapal yang anda tumpangi akan menepi di Pelabuhan Bakauheni, Menara Siger ini sudah dapat terlihat jelas sekali, bahkan di Malam hari menara Siger ini dapat anda lihat dengan jelas karena dihiasi dengan banyak penerangan Lampu.

sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Lampung

http://www.wisatatiga.com/2016/01/10-makanan-khas-lampung-yang-wajib-kamu.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s